Di Mana Nasionalisme??

Saat ini kita sedang merayakan hari ulang tahun kemerdekaan negara Indonesia yang ke-63. Bila diibaratkan dengan usia seseorang, usia itu merupakan usia yang sudah tinggi. Akan tetapi, bisa kita lihat sendiri bagaimana keadaan Indonesia di usianya yang sudah tinggi ini.

Sekarang saya tidak akan menyorot kebobrokan moral yang ada dalam negara ini, melainkan bagaimana sikap kita sebagai manusia yang hidup di jaman modern serba canggih ini dalam kehidupan kenegaraan. Langsung saja kepada topik, hal yang saya soroti kali ini adalah perihal mengenai bagaimana generasi muda saat ini menyikapi masalah nasionalisme.

Bila seseorang ditanya, apakah anda bangga menjadi warga negara Indonesia, saya yakin masih ada sebagian orang yang menyatakan tidak. Namun ada pula orang-orang yang mengaku sangat bangga akan negaranya ini. Dan yang pasti, para publik figur kita atau lebih akrab dipanggil seleb, dapat dipastikan akan berkata sangat bangga akan Indonesia. Mereka mungkin akan membeberkan satu persatu kelebihan yang dimiliki negara ini. Tentunya hal tersebut lumrah mengingat posisi mereka sebagai public figure. Akan tetapi, mengenai bukti??? Siapa tahu…

Saya pernah menonton salah satu episode dari acara reality show Empat Mata, dan pada episode tersebut kebetulan bintang tamunya adalah bintang remaja yang sedang naik daun, Nikita Willy, dan seorang artis muda cowok yang kebetulan saya tidak mengenalnya. Tema dari acara Empat Mata kali ini adalah pendidikan, dan para bintang tamu diberi pertanyaan mengenai berbagai hal yang diajarkan di sekolah dasar. Pada saat itu, pembawa acara selingan Peppy memberikan pertanyaan mengenai isi dari Pancasila. Betapa terkejutnya saya ketika mengetahui, bahwa baik Nikita Willy dan artis cowok itu pun (yang “beruntung” namanya tidak kuketahui) ternyata tidak mengetahui isi dari Pancasila!!!! Sepanjang yang saya tahu, saat ini Nikita Willy masih duduk di sekolah menengah. Apa sekolahnya tidak pernah mengajarkan isi dari Pancasila pada saat pelajaran PPKn? Apa di sekolahnya tidak pernah ada upacara bendera yang mengharuskan dibacanya isi dari Pancasila setiap minggu? Bahkan yang lebih menghebohkan lagi, sang pembawa acara Tukul Arwana pun sama saja!!! Dia tidak hapal isi dari Pancasila!!! Apa kata-kata bijak yang ia keluarkan dalam setiap episode itu hanya ceplas-ceplos belaka??? Untunglah saat itu wajah Tukul Arwana diselamatkan oleh kepandaian Vega dalam menutupi “kekurangan” Tukul dengan menjawab isi dari Pancasila yang seharusnya dijawab oleh Tukul dan mengolok-olok Tukul “tidak lulus SD” agar suasana lebih segar dan santai. Akan tetapi tetap saja menurutku hal tersebut tidak bisa diterima begitu saja.

Jujur saja, saya berasal dari sebuah SMA swasta yang bisa dikatakan borjuis, akan tetapi saya sangat yakin sekali bahwa saya mendapatkan pelajaran itu pada mata pelajaran PPKn, walaupun saya akui bahwa di sekolah saya itu upacara bendera memang jarang dilakukan. Memang ukuran dari nasionalisme seseorang tidak dapat diukur hanya dengan hapal isi dari Pancasila saja. Yang terpikir olehku hanyalah bagaimana bisa sebuah lagu populer dari suatu band dapat dihapal oleh beberapa orang dengan hanya mendengarkan beberapa kali saja sedangkan isi Pancasila yang notabene telah diajarkan sejak kecil tidak ada yang bisa diingat? Apa sebegitu tidak pedulinyakah mereka pada dasar negara Indonesia ini? Apa mereka hapal isi lagu Indonesia Raya dengan lancar? Saya tidak tahu….

Mohon maaf bila ada yang tersinggung dengan postingan saya kali ini. Saya hanya ingin mengetuk hati pembaca agar lebih menjiwai lagi apa yang disebut nasionalisme itu, walaupun saya sendiri mungkin bisa dibilang belum memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Mari kita saling mengingatkan bersama, saling membangun nasionalisme dalam diri kita.

4 Comments »

  1. 1
    RaNi Says:

    ckckck…
    beTuL bgt tuuh…^^v
    tapi meSkipuun aK g iKut upacaRa ak inget koQ isi pancasiLa looh~~suweer

    tapii bgaimanapun ingeT pancasiLa ga bisa d biLang cinTa negara..paasTi adaa aja yg bo’oong…^^
    ckckck..

  2. 2
    nortbird Says:

    Setuju Vin.. (setuju apaan ya?)

    Kl saya pribadi ditanyain tentang masalah bangga atau tidak menjadi warga negara Indonesia, jawabannya bangga. Emang sih Indonesia punya banyak banget masalah, salah satunya para koruptor2, tapi walaupun begitu, Indonesia adalah tanah airku, di sinilah aku dilahirkan dan di sinilah aku dibesarkan. Salah satu hal yang kubanggakan dari Indonesia ini adalah kebudayaannya yang bermacam-macam, mulai dari tarian daerahnya, baju daerahnya, sampai rumah adatnya (tapi pas belajar ini rasanya males banget buat hafalin semuanya).

  3. 3
    Ark Says:

    Pertanyaannya apakah sekarang kita masih menggunakan pancasila sebagai dasar negara?, saya rasa jawabannya relatif:p, tapi yg jelas menurut opini saya pancasila udah mulai jadi simbol saja:((bahkan yg membuat itu terjadi orang yg hapal), lihat aja kenyataan mengenai kapitalisasi-kapitalisasi berbagai bidang:(

    pasal UUD cuma pajangan, lihat aja indosat dijual ke asing, padahal itu termasuk hajat orang banyak(sebenarnya banyak contohnya tapi karena kita orang IT, itu aja contohnya:P), dan yang menjual bukan orang bodoh, secara dia alumni ITB jurusan Teknik Sipil, cm ya itu balik-balik ke pola pikir dan filosofi yang dianut, klo tokoh nasional kita aja gak nunjukin nasionalisme gmn mrk bisa nyontohin ttg nasionalisme.

    Eh iya maap nyelonong aja, salam kenal;)

  4. 4
    alvinsusanto Says:

    @ark : lam kenal juga

    ya walopun sekedar pajangan menurut gw sih minimal hafal lah. kalo hafal aja nggak bagaimana mau diaplikasikan?


RSS Feed for this entry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: